Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Menanam Kangkung Cabut di Pot, Bisa di Halaman Rumah

Kompas.com, 3 Agustus 2023, 23:39 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Kangkung (Ipomoea aquatic sp.) merupakan jenis sayuran yang sangat bergizi dan biasanya diolah menjadi tumis. Tanaman kangkung sangat banyak ditemukan di Indonesia dan bisa tumbuh di mana saja.

Salah satu jenis kangkung yang banyak ditemukan di Indonesia adalah kangkung cabut. Kangkung cabut dapat ditanam di pot atau polybag, sehingga bisa dilakukan di halaman rumah.

Dikutip dari laman Cybex Kementerian Pertanian RI, Kamis (3/8/2023), berikut cara menanam kangkung cabut di pot.

Baca juga: Budidaya Kangkung Air dengan Mudah dan Cepat Panen

Ilustrasi kangkung.SHUTTERSTOCK/M. GUNSYAH Ilustrasi kangkung.

1. Persiapan bibit kangkung

Tahapan pertama dalam menanam kangkung cabut adalah mempersiapkan bibit kangkung. Dalam waktu seminggu, bibit kangkung sudah berkecambah dam mulai tumbuh.

Sebenarnya ketika ingin menanam kangkung, Anda bisa langsung menanamnya atau melalui tahap penyemaian terlebih dahulu. Jika Anda memilih untuk melakukan penyemaiannya terlebih dahulu, Anda harus menyiapkan tanah yang sudah digemburkan kemudian ditambahkan dengan pupuk kompos.

Buatlah area penyemaian seperti bentuk gundukan tanah atau tegalan. Biarkan area tersebut selama satu malam, kemudian sebarkan biji kangkung tersebut dan tutup dengan jaring-jaring.

Lakukan penyiraman dua kali sehari. Biasanya dalam waktu lima sampai tujuh hari sudah mulai tumbuh.

Baca juga: Hama dan Penyakit Tanaman Kangkung Lengkap dengan Cara Mengendaikannya

Akan tetapi, Anda bisa langsung menanam bibit kangkung di pot tanpa proses penyemaian.

Ilustrasi kangkungWIKIMEDIA COMMONS/FOREST AND KIM STARR Ilustrasi kangkung

2. Persiapan pot 

Anda harus menggunakan pot yang berlubang di bagian bawahnya. Setelah itu Anda bisa memasukkan media tanam.

Media tanam kangkung bisa menggunakan campuran tanah dan kompos. Untuk perbandingan tanah harus lebih banyak dibandingkan kompos, yaitu 2 : 1.

Bisa juga ditambahkan dengan arang sekam tetapi sedikit saja. Setelah pot diisi media tanam, biarkan selama satu sampai dua hari terlebih dahulu sebelum ditanami bibit kangkung.

Baca juga: Simak, Cara Budidaya Kangkung Cabut di Polybag dengan Mudah

3. Penanaman

Tahapan selanjutnya adalah tahap penanaman. Jika tidak dilakukan proses penyemaian, penanaman dilakukan ketika media tanam sudah siap.

Anda cukup menaruh beberapa bibit di dalam pot. Akan tetapi, jika Anda melakukan tahap
penyemaian, berarti Anda harus memindahkan dari tempat semaian ke pot.

Lakukan pemindahan dengan hati-hati, jangan sampai akarnya rusak karena bisa menganggu proses pertumbuhan. Buatlah lubang di pot dengan jari telunjuk.

Setiap pot cukup dibuat 3 buah lubang saja dan mempunyai kedalaman 10 sampai 15 cm. Masukan dua buah bibit kangkung di setiap lubangnya.

Baca juga: Mudah, Cara Merawat Kangkung Darat Organik

Kemudian tutup lubang dengan tanah. Jangan menekan tanah terlalu kencang karena akan membuat bibit kangkung mudah patah.

Begitu juga jika menggunakan biji langsung. Anda tinggal memasukkan bibit ke dalam lubang kemudian menutupnya sampai tumbuh kecambah.

Jangan lupa untuk selalu tetap menyiramnya dua kali dalam sehari, yaitu pada pagi dan siang hari secara rutin, supaya pertumbuhannya dapat berjalan dengan baik dan tidak kekurangan air.

Ilustrasi kangkung. SHUTTERSTOCK/KOBCHAIMA Ilustrasi kangkung.

4. Perawatan tanaman kangkung

Perawatan tanaman kangkung tidak sulit. Tanaman kangkung sangat mudah untuk tumbuh dan tidak mudah terkena hama penyakit.

Baca juga: Cara Merawat Kangkung dengan Mudah agar Tumbuh Subur

Anda bisa melakukan penyiraman secara rutin sehari dua kali yaitu pada pagi dan sore hari. Jika Anda menanam pada musim hujan, bisa dikurangi penyiramannya, karena jika kangkung mendapatkan terlalu banyak air, akan membuat mudah rusak.

Selalu bersihkan rumput dan gulma yang tumbuh di sekitar tanaman kangkung. Adanya gulma dan rumput dapat mencuri nutrisi yang akan didapatkan tanaman kangkung, sehingga pertumbuhannya tidak berjalan dengan baik.

Selain itu, pemberian pupuk juga harus tetap dilakukan. Akan lebih baik jika Anda memberikan pupuk organik, supaya hasilnya lebih sehat.

5. Panen kangkung

Masa panen kangkung dapat dilakukan dalam waktu 25 sampai 30 hari. Untuk cara pemanenannya harus langsung dicabut sampai ke akarnya.

Baca juga: Cara Menanam Kangkung Aquaponik, Mudah dan Menguntungkan

Akan tetapi, jika Anda ingin memanen dalam dua kali, Anda bisa memotongnya pada bagian batangnya saja.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Varietas Tanaman
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Varietas Tanaman
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Varietas Tanaman
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Varietas Tanaman
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Varietas Tanaman
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Varietas Tanaman
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Varietas Tanaman
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Varietas Tanaman
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Varietas Tanaman
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Varietas Tanaman
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Varietas Tanaman
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Varietas Tanaman
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Tips
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Varietas Tanaman
Nilam, Masihkah Primadona?
Nilam, Masihkah Primadona?
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau