Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

4 Cara Mencegah Tomat Busuk di Pohon

Kompas.com, 23 April 2024, 14:43 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Saat menanam tomat, salah satu masalah paling umum yang mungkin Anda temui adalah buah tomat busuk di pohon.

Dikutip dari Better Homes and Gardens, Selasa (23/4/2024), penyebab tomat busuk di pohon adalah karena kekurangan kalsium akibat kondisi kering. Tanaman tomat membutuhkan kalsium di seluruh bagian yang aktif tumbuh, mulai dari akar hingga buah.

Kalsium diangkut dari satu tempat ke tempat lain melalui air. Jika persediaan air terbatas, seperti saat musim kemarau, kalsium tidak dapat tersalurkan dari akar ke buah yang sedang berkembang sehingga terjadi pembusukan.

Baca juga: 5 Cara Mengendalikan Penyakit Layu Fusarium pada Tomat

Ilustrasi buah tomat busuk di pohon.SHUTTERSTOCK/AARON J HILL Ilustrasi buah tomat busuk di pohon.

Mungkin Anda pernah mendengar solusi untuk meningkatkan kalsium seperti menanam tomat dengan tablet antasida atau kulit telur di dalam lubang untuk menghindari pembusukan ujung bunga.

Meskipun bahan-bahan ini tidak akan merusak tanaman tomat, hal ini tidak akan memberikan banyak perbedaan karena sebagian besar tanah sudah memiliki banyak kalsium.

Masalah terbesarnya adalah tidak cukupnya air untuk memindahkan kalsium ke dalam buah. Namun, pengujian tanah akan menunjukkan apakah ada kekurangan kalsium atau unsur hara penting tanaman lainnya.

Tomat yang memasuki musim pertama adalah yang paling rentan karena seluruh bagian tanaman sedang berkembang pesat sehingga kebutuhan kalsium sangat tinggi.

Baca juga: Cara Menanam Tomat di Dataran Rendah dengan Benar agar Berbuah Banyak

Saat tanaman memindahkan kalsium dari akarnya, batang dan daun akan menggunakannya terlebih dahulu, sehingga kadang-kadang tidak ada cukup kalsium yang tersisa untuk buah yang matang, sehingga buah tomat menjadi hitam dan lembek.

Sisi baiknya dari pembusukan buah tomat di pohon adalah bahwa penyakit ini bukanlah penyakit yang berarti akhir dari panen tomat.

Penyakit ini tidak menular; tomat yang bergejala tidak akan "berbagi" masalahnya dengan tanaman di sekitarnya. Tidak ada pengendalian kimiawi, seperti fungisida, yang efektif.

Ilustrasi tanaman tomat.Shutterstock/Medvedeva Oxana Ilustrasi tanaman tomat.

Busuk tomat jenis ini hanyalah suatu kondisi yang biasanya hilang ketika tanaman tomat mendapatkan kelembapan tanah yang konsisten. Berikut beberapa cara mencegah tomat busuk di pohon.

Baca juga: Cara Mengatasi Serangan Lalat Buah pada Tomat dengan Efektif

1. Jaga agar tanaman tomat tetap disiram dengan baik

Tomat tumbuh paling baik dengan sekitar satu inci air seminggu dari curah hujan atau irigasi. Tambahkan air bila diperlukan dengan menyiram menggunakan selang air atau kaleng penyiram.

Hal ini sangat penting terutama ketika menanam tomat di pot, karena tomat cenderung lebih cepat kering.

Ilustrasi tanaman tomat, panen tomat.SHUTTERSTOCK/SADECESTOCK Ilustrasi tanaman tomat, panen tomat.

Untuk mencegah penyakit daun, hindari membasahi dedaunan saat Anda menyiram. Hujan jelas akan membuat tanaman basah, sehingga membantu penyebaran penyakit.

Semakin Anda menjaga daun tetap kering, semakin baik.

Baca juga: 5 Cara Mencegah Buah Tomat Retak dan Pecah di Pohon

2. Tambahkan mulsa di sekitar tanaman tomat

Sebarkan lapisan mulsa organik setebal 2 inci di sekitar pangkal tanaman tomat. Bahan-bahan seperti jerami, potongan rumput, daun cincang, atau kulit kayu yang diserut bisa digunakan dengan baik.

Mulsa membantu tanah mempertahankan kelembapan, sehingga tanaman tomat tidak akan cepat kering antara penyiraman atau hujan. Selain itu, ini membantu mematikan gulma.

Ilustrasi pupuk untuk tanaman tomat, memberi pupuk pada tanaman tomat. SHUTTERSTOCK/VITALII M Ilustrasi pupuk untuk tanaman tomat, memberi pupuk pada tanaman tomat.

3. Jangan melakukan pemupukan berlebihan

Terlalu banyak pupuk dapat menyebabkan tanaman tumbuh lebih cepat daripada kemampuan mereka mendapatkan kalsium sesuai kebutuhan untuk pertumbuhan yang sehat. Pertumbuhan yang cepat dapat menyebabkan tomat busuk di pohon.

Cara terbaik untuk meningkatkan nutrisi tanah adalah dengan menambahkan lapisan kompos yang sudah terurai dengan baik setebal 2 inci ke dalam tanah sebelum menanam tomat.

Baca juga: Manfaat Cangkang Telur untuk Tanaman Tomat dan Cara Pakainya

Kompos akan melepaskan unsur hara secara perlahan dan sekaligus memperbaiki struktur tanah. Hanya berikan pupuk jika direkomendasikan oleh uji tanah, dan pastikan untuk mengikuti petunjuk label dengan tepat.

4. Rawat akar tanaman tomat

Akar sangat penting untuk menyerap kalsium yang mencegah pembusukan buah tomat. Hindari mengganggu zona perakaran tanaman tomat agar dapat menyerap kalsium secara maksimal.

Hindari mencangkul dan menggali di zona akar tanaman dan jauhkan gulma dengan lapisan mulsa.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Secangkir Optimisme Teh Indonesia
Secangkir Optimisme Teh Indonesia
Varietas Tanaman
Ketika Pasar Dunia Menunggu Panen Indonesia
Ketika Pasar Dunia Menunggu Panen Indonesia
Varietas Tanaman
Merawat Kopi dan Kakao Sumatera
Merawat Kopi dan Kakao Sumatera
Varietas Tanaman
Durian Indonesia Tak Berdaya di Pasar Global
Durian Indonesia Tak Berdaya di Pasar Global
Varietas Tanaman
Varietas Unggul dalam Pengelolaan Penyakit Jagung
Varietas Unggul dalam Pengelolaan Penyakit Jagung
Varietas Tanaman
Singkong: Komoditas Strategis yang Terlupakan
Singkong: Komoditas Strategis yang Terlupakan
Varietas Tanaman
China Ingin Swasembada Durian
China Ingin Swasembada Durian
Varietas Tanaman
Ketika Petani Meninggalkan Karet: Sawit Dinilai Lebih Menjanjikan
Ketika Petani Meninggalkan Karet: Sawit Dinilai Lebih Menjanjikan
Varietas Tanaman
Pertanian Berkelanjutan, Tapi untuk Siapa?
Pertanian Berkelanjutan, Tapi untuk Siapa?
Varietas Tanaman
Satu Kebun, Berkali-kali Panen
Satu Kebun, Berkali-kali Panen
Varietas Tanaman
Membuka Peluang Ekonomi Pinang
Membuka Peluang Ekonomi Pinang
Varietas Tanaman
Jalan Bagi Kesejahteraan Petani Kopi
Jalan Bagi Kesejahteraan Petani Kopi
Varietas Tanaman
Ketahanan Kopi Dimulai dari Kebunnya
Ketahanan Kopi Dimulai dari Kebunnya
Varietas Tanaman
Menata Ulang Masa Depan Petani Lada
Menata Ulang Masa Depan Petani Lada
Varietas Tanaman
Kedelai di Bawah Sawit: Peluang Mandiri Pangan di Dharmasraya
Kedelai di Bawah Sawit: Peluang Mandiri Pangan di Dharmasraya
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau