JAKARTA, KOMPAS.com - Talas merupakan salah satu tanaman pangan yang kaya karbohidrat dan berbagai nutrisi penting lainnya. Oleh karena itu, talas bisa dikonsumsi sebagai makanan pokok pengganti nasi.
Bagian tanaman ini yang biasanya diolah menjadi makanan yaitu umbinya. Maka dari itu, panen umbi talas harus dilakukan dengan benar agar kualitasnya tetap terjaga hingga ke tangan konsumen.
Lantas, bagaimana cara panen dan pasca-panen talas? Simak penjelasan selengkapnya berikut ini.
Baca juga: Cara Menanam Talas agar Umbinya Besar
Dilansir dari Cybext Kementerian Pertanian, umbi talas umumnya mulai dipanen setelah berumur 7 hingga 9 bulan. Biasanya ditandai dengan daunnya yang mulai mengering.
Pemanenan talas dilakukan dengan cara memangkas daun dan menyisakan pelepahnya saja sepanjang 30 cm. kemudian, tanaman dibongkar untuk digali umbinya.
Pembongkaran tanah harus hati-hati agar tanaman umbi tidak rusak. Sementara itu, pada talas belitung, cara panennya dilakukan tanpa membongkar pohonnya.
Cara panen talas belitung cukup dengan menggali tanah di sekitar tanaman dan melepaskan umbi anakan dari induknya. Lalu, tanaman ditimbun kembali agar bisa tumbuh setelah 3 sampai 4 bulan.
Jika tanaman talas yang sudah siap panen tidak langsung dipanen, sebaiknya pangkas seluruh pelepah daunnya dan biarkan umbi tetap di dalam tanah. Umbi talas akan bertahan sampai musim tanam berikutnya tanpa mengalami kerusakan.
Baca juga: Cara Menanam Talas Jepang, Tanaman Pangan yang Potensial
Meskipun demikian, cara tersebut harus dilakukan dengan hati-hati dan tetap memperhitungkan masa simpan umbi talas. Jika terlalu lama disimpan dalam tanah, maka kualitas, nilai gizi, dan rasanya akan menurun.
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya