Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

6 Hama yang Menyerang Tanaman Alpukat dan Cara Mengatasinya

Kompas.com - 19/10/2022, 17:43 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

Ilustrasi buah alpukat di pohon, pohon alpukat, menanam alpukat.PIXABAY/ALANYADK Ilustrasi buah alpukat di pohon, pohon alpukat, menanam alpukat.

Seperti namanya lalat ini gemar hinggap di buah-buahan tanpa kecuali alpukat, Apalagi bila buah tersebut memiliki kadar air tinggi. Buah yang dihinggapinya bukan hanya sebagai sumber makanan tapi juga sarang telur.

Baca juga: Cara Mengendalikan Hama Walang Sangit pada Tanaman Padi

Untuk mengendalikan hama ini bisa dengan menyemprotkan insektisida maupun memakai obat organik. Anda bisa menggunakan ekstrak selasih maupun minyak citronella.

Caranya, rajang 50 gram daun selasih lalu rendam sehari semalam. Saringlah kemudian tambah deterjen dan aduk merata.

Semprotkan cairan ini pada bagian tanaman setiap pagi atau sore hari.

4. Kumbang bubuk cabang (Xyleborus coffeae Wurth atau Xylosandrus morigerus Bldf)

Ciri kumbang ini terlihat dari warnanya coklat tua. Adapun ukurannya 1,5 mm dan bila dalam bentuk larva akan berwarna putih dengan panjang 2 mm.

Baca juga: Hama dan Penyakit Pengganggu Tanaman Jagung Manis dan Cara Membasminya

Untuk mengenali gejala serangan dari hama ini bisa melihat dari cabang atau ranting tanaman. Akan ada lubang yang menyerupai terowongan dalam ranting tersebut.

Lambat laun terowongan ini akan semakin besar sehingga makanan untuk pohon alpukat tidak tersalurkan dengan baik. Akhirnya, lambat laun daun akan mulai layu dan ranting pohon akan mati.

Hama ini sering menyerang pohon yang masih muda sehingga mudah sekali tanaman alpukat mati karena kumbang bubuk cabang.

Dalam pengendaliannya salah satu cara agar tak tersebar adalah dengan membakar maupun memangkas cabang atau ranting yang terserang. Anda juga bisa menggunakan insektisida berbahan aktif seperti asefat atau diazinon.

Baca juga: 4 Pemeliharaan Tanaman Kedelai agar Bebas Hama dan Panennya Melimpah

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Varietas Tanaman
Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Varietas Tanaman
'Superfood' Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

"Superfood" Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

Varietas Tanaman
Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Varietas Tanaman
Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Varietas Tanaman
Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Varietas Tanaman
Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Varietas Tanaman
Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Varietas Tanaman
Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Varietas Tanaman
Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Varietas Tanaman
Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Varietas Tanaman
Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Varietas Tanaman
Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Varietas Tanaman
Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Varietas Tanaman
Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau