Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Manfaat Buah Durian untuk Kesehatan dan Efek Sampingnya

Kompas.com - 07/02/2023, 15:56 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

Ilustrasi tanaman durianShutterstock/ME Image Ilustrasi tanaman durian

Pada kondisi buah yang sangat matang, glukosa akan berubah menjadi alkohol. Alkohol dan glukosa tinggi inilah yang dapat meningkatkan kadar trigliserida dalam darah.

Baca juga: Catat, Inilah Ciri-ciri Durian Siap Panen

Dengan demikian, pengidap penyakit diabetes atau kencing manis perlu berhati-hati untuk mengonsumsi buah durian.

Kandungan kalori yang tinggi dalam durian menyebabkan pembakaran yang berlebihan dalam tubuh bila dikonsumsi berlebihan. Ini akan menimbulkan manifestasi terasa panas dalam tubuh.

Kandungan durian yang terutama perlu diwaspadai adalah kalorinya. Setiap 100 gram durian memiliki kalori sekitar 120 sampai 180 kalori.

Satu durian dengan daging buah seberat 500 gram mengandung 600 sampai 900 kalori. Bila Anda memakan empat buah durian, misalnya, maka tubuh akan mendapatkan ledakan energi instan sebesar 2.400 sampai 3.600 kalori, jauh melebihi kebutuhan harian rata-rata.

Baca juga: Bagaimana Cara Menanam Durian dari Biji? Begini Penjelasannya

Oleh karena itu, bila Anda memiliki kelebihan berat badan atau obesitas, menderita tekanan darah tinggi, penyakit jantung dan diabetes, sehingga harus berhati-hati bila mengonsumsi durian. Wanita hamil juga sebaiknya tidak memakan durian.

Namun, bagi Anda penggemar durian tidak usah khawatir akan bahaya mengonsumsi durian asalkan dapat mengontrol dan membatasi pola konsumsi sesuai dengan kondisi fisik.

Disarankan tidak mengonsumsi durian bersamaan dengan alkohol, tape, dan kopi, karena dapat berdampak buruk terhadap tekanan darah. Sebaliknya banyak minum air putih setelah
mengonsumsi durian.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Varietas Tanaman
Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Varietas Tanaman
'Superfood' Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

"Superfood" Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

Varietas Tanaman
Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Varietas Tanaman
Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Varietas Tanaman
Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Varietas Tanaman
Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Varietas Tanaman
Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Varietas Tanaman
Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Varietas Tanaman
Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Varietas Tanaman
Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Varietas Tanaman
Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Varietas Tanaman
Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Varietas Tanaman
Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Varietas Tanaman
Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau