Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

10 Cara Membuat Fungisida Alami untuk Tanaman, Pakai Susu hingga Cuka

Kompas.com - 17/03/2023, 15:00 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

Ilustrasi kayu manis, kayu manis bubuk. SHUTTERSTOCK/YETI STUDIO Ilustrasi kayu manis, kayu manis bubuk.

7. Kayu manis

Campurkan satu sendok makan bubuk kayu manis dan 3 liter air. Kocok dengan baik dan semprotkan pada tanaman, pastikan untuk menutupi kedua sisi daun.

Fungisida ini sangat efektif melawan redaman dan embun tepung.

8. Hidrogen peroksida

Hidrogen peroksida adalah disinfektan alami yang dapat membantu mengendalikan penyakit jamur pada tanaman. Untuk membuat fungisida dari hidrogen peroksida, campurkan satu sendok makan hidrogen peroksida (3 persen) dan 3 liter air.

Kocok dengan baik dan semprotkan pada tanaman, pastikan untuk menutupi kedua sisi daun. Fungisida ini sangat efektif melawan busuk akar dan redaman.

Baca juga: Penyakit Busuk Basah Buah Cabai, Penyebab dan Cara Mengendalikannya

Ilustrasi tea tree oilPexels/Dominika Roseclay Ilustrasi tea tree oil

9. Minyak pohon teh atau tea tree oil

Minyak pohon teh adalah antiseptik dan fungisida alami yang dapat membantu mengendalikan berbagai macam penyakit jamur. Untuk membuat fungisida ini campurkan satu sendok makan minyak pohon teh dan 3 liter air.

Kocok dengan baik dan semprotkan pada tanaman, pastikan untuk menutupi kedua sisi daun. Fungisida ini sangat efektif melawan embun tepung dan bintik hitam.

10. Garam epsom

Garam epsom mengandung magnesium dan belerang, yang dapat membantu memperkuat tanaman dan mencegah penyakit jamur. Untuk membuat fungisida dari garam epsom, larutkan satu sendok makan garam epsom dalam 3 liter air.

Kocok dengan baik dan semprotkan pada tanaman, pastikan untuk menutupi kedua sisi daun. Fungisida ini sangat efektif melawan bercak daun dan embun tepung.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Varietas Tanaman
Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Varietas Tanaman
'Superfood' Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

"Superfood" Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

Varietas Tanaman
Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Varietas Tanaman
Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Varietas Tanaman
Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Varietas Tanaman
Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Varietas Tanaman
Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Varietas Tanaman
Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Varietas Tanaman
Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Varietas Tanaman
Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Varietas Tanaman
Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Varietas Tanaman
Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Varietas Tanaman
Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Varietas Tanaman
Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau