Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hama dan Penyakit Tanaman Kangkung Lengkap dengan Cara Mengendaikannya

Kompas.com - 25/07/2023, 19:32 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis

 

3. Kutu daun atau aphid

Kutu daun bisa menyebabkan tanaman kerdil dan daunnya melengkung. Hal tersebut dikarenakan hama ini mampu menghisap cairan tanaman. Kutu daun banyak ditemukan di bawah daun.

4. Ulet keket atau jedung

Ulat ini memiliki warna hijau muda dengan garis menyilang berwarna kuning. Hama ini bisa menyerang kangkung dan mengakibatkan daunnya rusak serta berlubang.

Ilustrasi kangkung. SHUTTERSTOCK/KOBCHAIMA Ilustrasi kangkung.

Cara mengendalikan hama ini yaitu dengan menjaga jarak tanam dan melakukan teknik budidaya yang benar. Jika serangan sudah masif, mengendalikan bisa dilakukan dengan menyemprotkan pestisida sesuai dengan dosis yang dianjurkan.

Baca juga: Simak, Cara Membasmi Ulat Bulu pada Tanaman

Penyakit tanaman kangkung

Selain hama, kerusakan tanaman kangkung juga bisa diakibatkan oleh serangan patogen penyebab penyakit. Berikut ini beberapa penyakit yang biasanya dijumpai pada tanaman kangkung.

1. Karat putih

Penyakit ini menimbulkan bercak putih pada daun kangkung. Penyakit ini disebabkan oleh jamur patogen.

Penyakit ini bisa dikendalikan dengan cara memangkas daun tua yang sakit serta melakukan penyemprotan pestisida.

2. Bercak daun

Selain karat putih, bercak daun juga bisa ditemukan pada tanaman kangkung. Penyakit ini menyebabkan daun memiliki bercak tak beraturan berwarna coklat atau kehitaman.

Baca juga: Kenali Gejala Penyakit Bercak Daun Cabai dan Cara Mengendalikannya

Pengendalian yang bisa dilakukan yaitu dengan mencabut tanaman yang terserang dan bisa dilakukan penyemprotan pestisida dithane m-45 0,2 persen.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Varietas Tanaman
Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Varietas Tanaman
'Superfood' Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

"Superfood" Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

Varietas Tanaman
Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Varietas Tanaman
Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Varietas Tanaman
Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Varietas Tanaman
Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Varietas Tanaman
Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Varietas Tanaman
Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Varietas Tanaman
Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Varietas Tanaman
Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Varietas Tanaman
Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Varietas Tanaman
Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Varietas Tanaman
Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Varietas Tanaman
Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau