Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Menanam Kacang Panjang dengan Mulsa agar Pertumbuhannya Optimal

Kompas.com, 31 Juli 2023, 10:53 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Kacang panjang merupakan salah satu sayuran populer yang mudah ditemukan. Kacang panjang dapat diolah menjadi berbagai jenis makanan atau dikonsumsi langsung dalam keadaan mentah sebagai lalap.

Rasa dan tekstur yang enak membuat banyak orang menyukai sayuran ini. Tak hanya itu, harganya juga relatif murah.

Kebutuhan pasar yang tinggi membuat banyak petani membudidayakan sayuran ini. Namun, agar budidaya kacang panjang optimal, sebaiknya gunakan mulsa plastik pada bedengan yang digunakan untuk menanam kacang panjang.

Baca juga: Begini Cara Menanam Kacang Panjang di Pekarangan Rumah

Penggunaan mulsa plastik dapat mencegah pencucian pupuk, menjaga kelembapan tanah, hingga menekan pertumbuhan gulma atau tanaman liar di sekitar tanaman kacang panjang. Adapun cara menanam kacang panjang dengan mulsa plastik, seperti berikut.

Ilustrasi kacang panjang. WIKIMEDIA COMMONS/DAVID Ilustrasi kacang panjang.

Persiapan lahan

Melansir dari Cybext Kementerian Pertanian, Senin (31/7/2023), langkah awal budidaya kacang panjang yaitu mempersiapkan lahan yang akan digunakan. Bersihkan lahan tersebut dan cangkul dengan kedalaman kurang lebih 40 cm.

Lalu, biarkan lahan terbuka selama 2 minggu. Buat bedengan dengan lebar 80 cm, tinggi 40 cm, dan panjang menyesuaikan kondisi lahan.

Sembari digemburkan, berikan pupuk dasar berupa pupuk kandang 2 kg/tanaman dan kapur pertanian 1 sendok makan per lubang tanam. Jika pH tanah 6,5, maka kapur pertanian yang ditambahkan sebanyak 200 kg/hektare.

Buat juga saluran drainase antar bedengan sekitar 40 cm. Kemudian, pasang mulsa plastik di atas bedengan. Terakhir, buat lubang tanam dan biarkan selama 1 minggu.

Baca juga: Mudah, Cara Menanam Kacang Panjang dari Biji

Penanaman

Setelah bedengan siap digunakan, lakukan penanaman dengan cara meletakkan benih kacang panjang pada lubang tanam. Lalu, tutup dengan tanah. Jumlah benih yang ditanam yaitu 1 lubang 1 benih.

Pemeliharaan tanaman

Lakukan perawatan tanaman seperti menyiram setiap hari apabila tidak turun hujan. Kemudian, saat tanaman berumur 10 hari berikan pupuk NPK sebanyak 125 kg/hektare.

kacang panjangPixabay/Nandalal_Sarkar kacang panjang

Pupuk tersebut dilarutkan terlebih dahulu dna aplikasikan dengan cara dikocor. Saat tanaman berumur 25 hari, tambatkan tanaman dengan mengikatkan pada ajir.

Baca juga: Catat, Ini Cara Merawat Kacang Panjang agar Panennya Maksimal

Lakukan juga penyiangan serta penyemprotan pestisida saat tanaman berumur 26 hari. Di umur 31 hari, lakukan kembali pemupukan dengan cara dikocor.

Satu hari setelahnya, aplikasikan perangsang bunga. Selain itu, lakukan juga pemangkasan saat tanaman berumur 1,5 hingga 2 bulan.

Panen

Tanaman kacang panjang bisa dipanen saat berumur 40 hari. Lalu, panen kedua dapat dilakukan ketika tanaman berumur 65 hari.

Cara panennya yaitu dengan memetik kacang panjang siap panen. Lakukan pemanenan secara hati-hati agar sayur tersebut tidak rusak.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Varietas Tanaman
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Varietas Tanaman
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Varietas Tanaman
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Varietas Tanaman
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Varietas Tanaman
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Varietas Tanaman
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Varietas Tanaman
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Varietas Tanaman
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Varietas Tanaman
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Varietas Tanaman
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Varietas Tanaman
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Varietas Tanaman
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Tips
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Varietas Tanaman
Nilam, Masihkah Primadona?
Nilam, Masihkah Primadona?
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau