Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Lindungi Mangga dari Lalat Buah dan Codot, Bungkus Pakai Plastik

Kompas.com - 21/08/2022, 12:23 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

Ilustrasi tanaman mangga, pohon mangga.PIXABAY/CUIAIMIN Ilustrasi tanaman mangga, pohon mangga.

Pilih plastik transparan dengan ukuran setegah kg hingga 1 kg. Lubangi plastik tersebut menggunakan paku sebanyak mungkin.

Baca juga: Bagaimana Cara Mencangkok Tanaman Mangga? Ini Penjelasannya

Jangan membuat lubang terlalu besar karena akan memberi ruang masuk lalat buah yang dapat masuk menyerang buah tersebut. Lubang ini memiliki fungsi sebagai lubang sirkulasi keluar masuk udara dan air didalam bungkusan plastik tersebut.

Masukkan buah mangga yang masih muda ke dalam plastik lalu gunakan stapler untuk menjepit sisi ujung plastik dengan tangkai buah mangga tersebut. Usahakan bungkus plastik tidak melorot jatuh atau lepas.

Usahakan satu bungkus plastik untuk membungkus satu buah saja.

Setelah dilakukan pembungkusan buah yang masih muda, maka dilakukan pengawasan terhadap uap air yang ada. Bila terlalu banyak titik air maka perlu dibuat lubang tambahan agar uap air dapat dikeluarkan.

Baca juga: Cara Okulasi Tanaman Mangga

Cara pengendalian hama dengan pembungkusan buah ini memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi dalam mengatasi serangan hama lalat buah dan kelelawar. Akan tetapi, cara ini sangat terbatas dari kemampuan petani yang akan melakukan pembungkusan.

Apalagi bila tanaman buah sudah tinggi lebih dari 3-4 meter, cara ini menjadi kurang dapat dilakukan oleh keterbatasan tenaga dan jangkauan alat yang dipakai.

Oleh karena itu, sebaiknya kanopi tanaman mangga tersebut diatur cabang dan rantingnya dengan pemangkasan agar dipelihara tetap tumbuh pendek atau percabangan menyebar kesamping tidak keatas.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Varietas Tanaman
Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Varietas Tanaman
'Superfood' Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

"Superfood" Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

Varietas Tanaman
Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Varietas Tanaman
Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Varietas Tanaman
Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Varietas Tanaman
Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Varietas Tanaman
Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Varietas Tanaman
Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Varietas Tanaman
Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Varietas Tanaman
Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Varietas Tanaman
Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Varietas Tanaman
Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Varietas Tanaman
Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Varietas Tanaman
Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau