Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Membuat Pestisida dari Jahe, Mudah dan Ramah Lingkungan

Kompas.com - 17/12/2022, 10:10 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis

  • Pisau
  • Blender
  • Saringan
  • Jerigen 5 liter
  • Baskom
  • Jahe 1 kg
  • Sabun cuci piring
  • Air bersih 5 liter

Cara membuat pestisida dari jahe

Setelah menyiapkan semua alat dan bahan yang diperlukan, sekarang waktunya membuat pestisida dari jahe. Berikut ini langkah-langkahnya:

Baca juga: Cara Menggunakan Brotowali Sebagai Pupuk dan Pestisida Nabati

  1. Potong jahe menjadi bagian yang lebih kecil menggunakan pisau.
  2. Masukan potongan tersebut kedalam blender.
  3. Masukan sedikit air dan blender potongan jahe sampai halus.
  4. Kemudian saring sari-sari jahe pada baskom dan pisahkan dari ampasnya.
  5. Masukan sari-sari tersebut ke dalam jerigen.
  6. Tambahkan air sebanyak 5 liter.
  7. Tutup jerigen dengan rapat dan aduk sampai merata.
  8. Diamkan larutan tersebut selama 7 sampai 10 hari untuk siap digunakan.

Jahe adalah salah satu bahan alami yang digunakan untuk membuat pestisidaPIXABAY/WEBTECHEXPERTS Jahe adalah salah satu bahan alami yang digunakan untuk membuat pestisida

Cara aplikasi pestisida alami dari jahe

Cara menggunakan biopestisida dari jahe sama seperti penyemprotan pestisida pada umumnya. Berikut langkah-langkah aplikasi pestisida dari jahe:

Baca juga: Jahe Bisa Jadi Fungisida Nabati, Begini Cara Membuatnya

  1. Siapkan tangki sprayer, biopestisida jahe, dan sabun cuci piring.
  2. Masukan 20 ml biopestisida jahe dan 4 sendok makan sabun cuci piring ke dalam tangki sprayer.
  3. Aduk sampai rata.
  4. Semprotan biopestisida tersebut ke tanaman secara merata dan rutin untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Itulah cara membuat pestisida dari jahe. Aplikasi secara rutin akan membuat populasi hama berkurang dan tanaman tumbuh dengan sehat.

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya

Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Varietas Tanaman
'Superfood' Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

"Superfood" Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

Varietas Tanaman
Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Varietas Tanaman
Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Varietas Tanaman
Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Varietas Tanaman
Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Varietas Tanaman
Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Varietas Tanaman
Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Varietas Tanaman
Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Varietas Tanaman
Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Varietas Tanaman
Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Varietas Tanaman
Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Varietas Tanaman
Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Varietas Tanaman
Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Varietas Tanaman
Mengembalikan Kejayaan Industri Teh Indonesia

Mengembalikan Kejayaan Industri Teh Indonesia

Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau