Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Hama yang Menyerang Bunga dan Buah Kelapa, Apa Saja?

Kompas.com - 23/12/2022, 16:41 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

Bajing kelapa bergerak dan makan di pepohonan kecil. Makanan meliputi berbagai buah dan serangga terutama semut.

Baca juga: Kenali, Ini Jenis-jenis Kelapa yang Ada di Indonesia

Ilustrasi tanaman kelapa, pohon kelapa. PIXABAY/BISHNU SARANGI Ilustrasi tanaman kelapa, pohon kelapa.

Bajing ini dapat hidup dan berkembang biak di hutan monokultur. Dapat ditemukan hingga ketinggian 1.600 mdpl.

Hama bajing kelapa merupakan hama kebun yang cukup serius karena menurunkan produksi dengan cara melubangi dan memakan buah kelapa yang masih muda maupun yang tua. Selain itu, bajing kelapa juga dapat merusak tajuk.

Gejala serangan hama bajing pada buah kelapa tampak terbentuknya lubang yang cukup lebar dan tidak teratur dekat dengan ujung buah.

Upaya menekan perkembangan hama bajing kelapa dapat dilakukan dengan cara pengendalian antara lain sebagai berikut.

Baca juga: Simak, Ini Cara Menanam Anggrek dengan Sabut Kelapa

Sanitasi dengan melakukan perawatan kebun dengan membersihkan tempat-tempat yang menjadi sarang bajing kelapa.

Anda juga bisa memanfaatkan musuh alami predator dari golongan karnivora seperti anjing, serigala, burung hantu, burung elang dan ular.

Pengendalian secara mekanis dilakukan dengan menggunakan alat perangkap, berburu, gropyokan dan umpan-umpan beracun. Adapun pengendalian secara kimia merupakan alternatif terakhir, yakni menggunakan rodentisida dan kemosterilan sebagai bahan pemandul.

5. Tikus kelapa (Rattus rattus roque)

Tikus kelapa memiliki ciri-ciri antara lain hidup di tanah, pematang sawah atau dalam rumah. Saat tikus sudah berumur 1,5 bulan, sudah dapat berkembangbiak dan menghasilkan anak sebanyak 8 sampai 12 ekor dengan masa kehamilan 21 hari.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Varietas Tanaman
Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Varietas Tanaman
'Superfood' Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

"Superfood" Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

Varietas Tanaman
Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Varietas Tanaman
Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Varietas Tanaman
Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Varietas Tanaman
Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Varietas Tanaman
Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Varietas Tanaman
Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Varietas Tanaman
Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Varietas Tanaman
Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Varietas Tanaman
Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Varietas Tanaman
Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Varietas Tanaman
Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Varietas Tanaman
Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau