Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

10 Jenis Kurma Populer, Ada Kurma Ajwa hingga Medjool

Kompas.com - 31/03/2023, 16:07 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

Ilustrasi kurma piarom.SHUTTERSTOCK/NUR AIN IZZATI M ZAINUDIN Ilustrasi kurma piarom.

Kurma ini biasanya dipanen pada bulan Oktober hingga November. Kurma piarom berwarna coklat tua, dengan kulit tipis dan rasa coklat.

Menurut Arad Branding, kurma piarom memiliki kalori lebih sedikit daripada jenis kurma lainnya, yang menjadikannya pilihan yang baik untuk penderita diabetes.

Kurma piarom bisa dikonsumsi sendiri tapi juga bisa menjadi bagian dari beberapa hidangan lezat. Kurma ini memiliki kadar air yang rendah, artinya memiliki umur simpan yang lebih lama bila disimpan dalam wadah kedap udara.

Baca juga: Jangan Dibuang, Biji Kurma Dapat Dijadikan Sebagai Pengganti Biji Kopi

6. Kurma mazafati

Kurma mazafati adalah varietas kurma yang berasal dari Iran. Kurma ini termasuk dalam kategori kurma basah, karena memiliki kadar air yang tinggi, yang merupakan salah satu indikator kualitas kurma mazafati.

Kurma mafazati segar, dipanen pada awal September, cenderung mempertahankan tingkat kelembapan tertinggi dan paling mahal.

Tergantung pada tingkat kelembapannya, ada tiga jenis kurma Mazafati, yakni kurma segar dengan kelembapan sekitar 30 persen, kurma semi-kering dengan kelembapan 20 sampai 25 persen, dan kurma kering dengan kelembapan 16 persen.

Kurma mazafati biasanya berwarna hitam dan memiliki kulit yang tipis sehingga dapat dengan mudah dihilangkan. Rasanya sangat manis, dan bisa berfungsi sebagai pengganti gula.

Baca juga: Simak, Ini 4 Cara Melunakkan Kurma yang Kering dan Keras

Selain itu, kurma ini mengandung lebih banyak zat besi daripada jenis kurma lainnya, yang dapat meningkatkan pertumbuhan rambut yang sehat. Selain zat besi, kurma mazafati mengandung fosfor, kalium, kalsium, dan magnesium dan bermanfaat untuk mengembangkan sistem saraf dan menurunkan kolesterol.

Kurma ini juga memiliki banyak kalsium, magnesium, potasium, dan vitamin, seperti A, B kompleks, dan C.

Halaman Berikutnya
Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya

Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Varietas Tanaman
'Superfood' Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

"Superfood" Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

Varietas Tanaman
Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Varietas Tanaman
Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Varietas Tanaman
Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Varietas Tanaman
Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Varietas Tanaman
Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Varietas Tanaman
Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Varietas Tanaman
Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Varietas Tanaman
Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Varietas Tanaman
Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Varietas Tanaman
Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Varietas Tanaman
Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Varietas Tanaman
Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Varietas Tanaman
Mengembalikan Kejayaan Industri Teh Indonesia

Mengembalikan Kejayaan Industri Teh Indonesia

Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau