Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Menanam Daun Bawang di Pot, Mudah dan Praktis

Kompas.com - 31/03/2023, 17:05 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

Ilustrasi menanam daun bawang di pot.SHUTTERSTOCK/PTICELOV Ilustrasi menanam daun bawang di pot.

Jika akan menanam daun bawang secara organik maka bisa dilakukan penanaman secara langsung. Namun, jika akan ditanam secara nonorganik maka rendam dahulu bibit bawang daun dalam larutan fungisida selama 10 hingga 15 menit untuk mnghindari jamur akar.

Baca juga: Cara Menanam Nanas Madu di Halaman Rumah, Bisa Pakai Pot atau Polybag

Setelah itu, buatlah lubang tanam pada polybag atau pot tanam dengan kedalaman sekitar 10 cm. Masukkan bibit bawang daun dalam lubang, dalam setiap pot atau polybag diisi 1 bibit.

Timbun bibit dengan media tanam dan usahakan tanam bawang daun dalam posisi tegak. Untuk menjaga kelembaban, lakukan penyiraman.

Waktu penanaman yang baik adalah pada pagi atau sore hari. Setelah penanaman selesai letakkan pot atau polybag pada tempat yang mendapat sinar matahari secara penuh.

4. Perawatan tanaman daun bawang

Penyiraman dilakukan secara rutin, yaitu dua hingga tiga kali sehari tergantung kondisi media tanam dan cuaca. Penyiraman dilakukan jangan terlalu basah karena jika air tergenang maka akan menyebabkan busuk akar.

Baca juga: Tips Menanam Anggur dalam Pot agar Berbuah Banyak

Pemupukan dilakukan menggunakan pupuk kandang atau pupuk kompos. Pemupukan tersebut dilakukan pada minggu keempat dan minggu kedelepan sebanyak 1 kepal tangan dan ditabur pada sekitar pangkal batang.

Pemupukan daun bawang secara nonorganik dilakukan dengan menggunakan pupuk ZA, pupuk urea atau pupuk organik cair. Jika pemupukan menggunakan pupuk urea atau pupuk ZA dilakukan pada minggu ketiga dan keenam setelah tanam dengan dosis 5 gram per tanaman.

Pemberian pupuk tersebut sebaiknya pupuk dilarutkan dahulu dalam air kemudian baru disiramkan ke media tanam.

Bila menggunakan pupuk organik cair caranya semprotkan pupuk pada daun secara merata. Pemberian pupuk ini dilakukan mulai 10 hari pertama hingga 10 hari ketiga atau keempat.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya

Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Varietas Tanaman
'Superfood' Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

"Superfood" Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

Varietas Tanaman
Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Varietas Tanaman
Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Varietas Tanaman
Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Varietas Tanaman
Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Varietas Tanaman
Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Varietas Tanaman
Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Varietas Tanaman
Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Varietas Tanaman
Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Varietas Tanaman
Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Varietas Tanaman
Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Varietas Tanaman
Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Varietas Tanaman
Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Varietas Tanaman
Mengembalikan Kejayaan Industri Teh Indonesia

Mengembalikan Kejayaan Industri Teh Indonesia

Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau