Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Panen dan Pasca-Panen Kakao yang Benar agar Mutunya Terjaga

Kompas.com - 27/06/2023, 11:45 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Kakao merupakan komoditas perkebunan yang penting. Pasalnya, hasil panen komoditas ini memiliki banyak manfaat, seperti; bahan baku makanan dan minuman, bahan baku kosmetik, dan lain sebagainya.

Akan tetapi, untuk mendapatkan buah kakao yang berkualitas dan bernilai jual tinggi, teknik panen dan pasca-panen kakao perlu dilakukan dengan benar. Kesalahan dalam tahapan ini bisa membuat kualitas buah kakao menurun.

Dilansir dari Cybext Kementerian Pertanian, Selasa (27/6/2023), berikut ini tahapan cara panen dan pasca-panen kakao yang benar.

Baca juga: Ciri-ciri Kakao Siap Panen dan Cara Pemanenan yang Benar

Cara panen kakao

Pemanenan kakao harus dilakukan tepat waktu agar menghasilkan buah kakao yang bermutu. Biasanya, ditandai dengan warna alur buah yang sudah berubah dari hijau menjadi kuning.

Buah kakaoPixabay/Dekanda Buah kakao

Buah kakao yang matang juga biasanya ditandai dengan porosnya yang agak kuning, biji di dalamnya tidak terlalu menempel pada kulit. Apabila diguncang, akan terdengar bunyi.

Jika buah kakao sudah menunjukkan ciri tersebut, maka sebaiknya segera dipanen. Cara panen kakao cukup dengan memotong pangkal buah menggunakan pisau yang tajam.

Lakukan pemanenan dengan hati-hati agar tidak merusak atau melukai batang tanaman. Rotasi pemetikan bisa dilakukan setiap 7 atau 24 hari.

Baca juga: Cara Panen Kakao yang Benar agar Kualitasnya Terjaga

Pasca-panen kakao

Setelah buah kakao berhasil dipanen, langkah selanjutnya yaitu melakukan kegiatan pasca-panen. Tujuannya agar kualitas buah terjaga hingga sampai ke tangan konsumen. Adapun beberapa kegiatan pasca-panen kakao, seperti berikut:

Halaman Berikutnya
Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Varietas Tanaman
Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Varietas Tanaman
'Superfood' Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

"Superfood" Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

Varietas Tanaman
Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Varietas Tanaman
Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Varietas Tanaman
Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Varietas Tanaman
Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Varietas Tanaman
Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Varietas Tanaman
Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Varietas Tanaman
Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Varietas Tanaman
Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Varietas Tanaman
Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Varietas Tanaman
Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Varietas Tanaman
Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Varietas Tanaman
Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau